Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah termasuk sebagai Perjanjian Baku?

Keberadaan  perjanjian  baku  menjadi hal yang lumrah dalam beberapa aspek perjanjian di Indonesia. Selain karena dianggap penyederhanaan kontrak (karena sudah ada format dan pengaturan yang siap pakai) terutama untuk pelaksanaan perjanjian massal antara satu pihak dengan banyak pihak secara berulang-ulang, juga disebabkan kelemahan posisi tawar dari salah satu pihak yang akan mengadakan perikatan terutama dalam hal klausula baku. Hal mana terlihat dalam pengadaan barang dan jasa (PBJ) pemerintah, yang dokumen pengadaan dan dokumen kontraknya sudah diatur dalam peraturan lembaga dan juga beberapa juga diatur dalam peraturan menteri. Dalam hal dokumen pengadaan atau dokumen kontrak sudah tersedia dan diatur tersendiri, hampir tidak memungkinkan bagi panitia pengadaan sampai ke pejabat pembuat komitmen untuk mengatur substansi yang lain daripada apa yang sudah diatur dalam peraturan lembaga atau peraturan menteri tersebut. Selain karena dapat dianggap menyalahi aturan yang sudah ditetapkan, juga dapat dikategorikan melebihi atau mengurangi standar dokumen yang diatur oleh lembaga yang berwenang. Kemudian apakah apabila ada usul perubahan, penambahan, atau pengurangan substansi yang diatur dalam kontrak pemerintah tersebut sama sekali dilarang? Atau apabila mau merubah harus diikuti dengan merubah peraturan lembaga atau menteri terkait? Atau ada dispensasi khusus untuk melakukan perubahan subtsansi kontrak?

Continue reading “Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemerintah termasuk sebagai Perjanjian Baku?”

Too good to be true, baby!!!

Banjir mengawali pemberitaan di berbagai media arus utama di awal tahun 2020. Tetapi tidak hanya banjir, gerakan-gerakan yang membawa nama kerajaan juga menghiasi berbagai pemberitaan. Disaat ada negara Asia yang penduduknya lebih banyak dari Indonesia namun menjadi negara pertama dari Asia yang berhasil mengirimkan satelit ke Mars (India, dengan satelit MoM yang diorbitkan di 2013), justru Indonesia disibukkan dengan pembahasan kebangkitan jaman kerajaan yang dipimpin oleh segelintir orang. Juga disaat sering terdengar Indonesia akan memiliki bonus demografi di 2030 s.d. 2040 karena banyaknya usia produktif, namun pemaknaan kejayaan di masa lalu sering dimaknai keliru atau salah kaprah yang dipersepsikan sebagai “kembali ke kejayaan” atau “kemurnian dan kesempuraan”. Sayangnya yang mempercayai tokoh pengusung tersebut juga lumayan banyak. Halusinasi berjamaah?

Continue reading “Too good to be true, baby!!!”

Arah Percepatan Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum di Era Jokowi Jilid II

Selain RUU KUHP, ternyata terdapat berbagai pasal kontroversial pada RUU Pertanahan, selain juga RUU RUU lainnya yang sangat ingin segera disahkan oleh para anggota legislatif periode 2014-2019. Berdasarkan “bocoran” yang ada di berbagai media, tampak ada beberapa pasal yang memiliki tendensi mengembalikan rezim Pertanahan ke era Orde Baru. Di satu sisi pemerintah butuh sekali kemudahan dan kecepatan dalam pembebasan lahan warga masyarakat demi nama investasi, di sisi lain pemerintah juga harus menjaga hak asasi manusia yang terkandung dalam kepemilikan tanah dan air. Lalu apakah pak Jokowi akan segera mengesahkan RUU Pertanahan guna menciptakan arah baru dalam Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum?

Continue reading “Arah Percepatan Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum di Era Jokowi Jilid II”

e-Purchasing, monopoli kah?

Beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya kepada saya, apakah keuntungan dari e-catalogue yang diadakan oleh LKPP? Bukankah hal tersebut justru hanya menguntungkan perusahaan dengan teknologi canggih dan barang yang banyak? Hal itu dilatarbelakangi pemikiran mengenai kadang dia mendengar melalui media massa bahwa LKPP meresmikan perjanjian e-catalog dengan hanya beberapa penyedia jasa saja, apakah itu tidak termasuk sejenis monopolistik?

Continue reading “e-Purchasing, monopoli kah?”

Kebiasaan Unik Orang Jenius

Orang-orang terkenal di dunia ini dikenal memiliki tingkat IQ yang sangat tinggi. Rata-rata manusia memiliki 110. Contohnya Bill Gates, Albert Einstein, dan BJ Franklin diperkirakan memiliki 160. Sementara Beethoven memiliki 165. Mereka semua tidak tiba-tiba menjadi jenius di masa kecilnya, tapi mereka konsisten dan fokus! Contohnya Albert Einstein yang drop out di sekolahnya, Thomas Alva Edison yang ratusan kali gagal dalam uji cobanya sebelum menemukan bola lampu yang dapat menyala. Bill Gates gagal total dalam bisnis awalnya. Rata-rata mereka rajin membaca, berpikir tentang ide-ide, disiplin, dan fokus. Lalu apa sajakah kebiasaan para jenius itu?

Continue reading “Kebiasaan Unik Orang Jenius”

Pertanyaan Unik Thomas Alva Edison Kepada Pelamar Kerja

Selain dikenal sebagai penemu bola lampu, Thomas Alva Edison juga dikenal memiliki ingatan yang sangat kuat. Di awal tahun 1920an, ia mengaku frustasi terhadap anak-anak kuliah yang melamar pekerjaan di tempatnya. Ia merasa para pelamar itu tidak memiliki pengetahuan sedalam pengetahuan yang ia miliki. Akhirnya ia merancang sendiri pertanyaan untuk menguji ketahanan mental para pelamar kerja tersebut.Beberapa pertanyaan terkait dengan perusahaan, dan beberapa masih menjadi misteri hingga saat ini. Kenapa misteri? Akan kita bahas lebih lanjut dalam tulisan ini.

Continue reading “Pertanyaan Unik Thomas Alva Edison Kepada Pelamar Kerja”

Blog at WordPress.com.

Up ↑